Selasa, 29 April 2008

Big Day hm.....

I am looking forward to experiencing the day when a bos called one of his subordinates to inform about her discontinue labour agreement by management. one year ago before that day she had been told by one of her colleagues that between her and another colleague the labour agreement will be discontinued. so it is not a surprise anymore for her and she welcomed the rumour whether or not will happen. For her whether continue or discontinue wont be a problem; she still can apply a job at other place without someone's recommendation, so far she made her own effort to obtain a vacant position and will quit on her own accord. again for her if she was discontinued, obviously she is very aware that her current company is unable to distinguish its employees who work appropriately and work as he/she likes. an employee who sit for hours to surf internet, chatting,play games and make a gossip will be considered a good employee; why should a hardworking employee make a hard effort to maintain good job while the lady boss never make one. better for her to leave this place and grab the gold opportunity at promising place who offer good knowledge and vision where she can upgrade herself.
never ever think that she would be very sad and would cry blood on account of the discontinuing labour agreement. her important agenda since last yr (2007) is to apply a new job and she has been sending and attending few interviews till this april 2008 even she still stays in this company at this moment that she believes her latest interviews require a candidate who has experience in integrated system while this company still not integrated yet. so it is natural that future employer will not consider her on this reason. so any news from management wouldnt upset her at all because it is not her priority anymore he3...why should her be upset? if this company really treat their employees as their asset so they will take fair action if one employee do a misconduct definitely will have further discussion but let her/him continue doing it, so this way will create a perception from other employees that employees require no hardworking or good attitude during working hours because the misconduct is considered just fine.
she believe one day soon or later this company will find out the truth.

Senin, 28 April 2008

I present.....Adiybah he3....


























Alhamdulillah syukur bunda panjatkan hanya pada allah swt yang telah memberikan kesempatan bunda untuk mengurus adiybah dari memandikan adiybah hingga memasakkan bekal adiybah sebelum bunda berangkat kekantor bahkan bunda yang mengantarkan adiybah ke penitipan. satu demi satu kepintaran adiybah bunda saksikan dan rasakan kebahagiaan yang tersendiri yang tidak bisa dibuat2. coba lihat foto2 adiybah lucu2 khan? sesulit apapun keadaan kita tanpa pembantu tapi bunda jalani dengan penuh rasa syukur biarpun ada teman bunda yang usil menuding ibu pekerja sangat rugi karena tidak dapat menyaksikan detik2 kepintaran sang anak...wah usil banget ya...bunda sih ngerti dengan kondisi dia yang masih melajang diusia kepala tiga meskipun dia dengan membusungkan dada bahwa dia fine2 aja tanpa seorang suami dia bisa survive dan bersyukur tidak punya anak sehingga tidak dipusingkan dengan kenakalan anak kecil atau remaja... biarlah dia membanggakan keadaannya tapi wallahu a'lam allah maha mengetahui apa isi hatinya yang paling dalam....sedangkan wanita sudah berkeluarga yang belum dikaruniai anak sampai bertahun2 sangat merindukan kehadiran si kecil tapi tak pernah berputus asa memohon padaNya karena memang harus seperti itu kita sebagai manusia tidak dapat melawan kodrat sebagai wanita apalagi sabda rasul bukanlah golongan umatnya bagi yang tidak menikah...tapi jika kita sudahlah tak menyembahnya atau tidak melaksanakan sholat(menegakkan tiang agama) sudahlah lengkap kesombongan manusia seperti itu. Manusia seperti itu merasakan kehadiran seorang anak dapat mendatangkan kesulitan baginya. masya allah...
































































Selasa, 22 April 2008

Ms. Conchita....is back





Ms. Conchita is having a new busy activity. very interesting to know that she told me like this... she and her husband have bought a house in Germany. About 2 1/4 hour driving from where they live now, which is near Rotterdam. they live in a very old house now (from 1886). A lot of work to do on that house and now in their new house also a lot to do. That house in from 1952 and is situated in the country. Their life will be completely change while now they live in the centre of a middlesize city. When mr Michel will be retiered (in about 2 year) they will be living there in the countrysite. Lots of space and clean air. they will live there with friends whom they know since 28 years. The houses are seperately and big enough to have their privacy.
However She feel very sad to leave her beautifull house which she love. She prefer very old houses. They have a beautifull atmosfer of its own.
I cant recall about her daughter luckily Ms. Conchita is pleased to share her story that they have one daughter. Here name is Yuri (23 years)and she is a dentist- and orthodontist assistent. She has a very nice job, very interessting too.
I can't guess correctly but I try to guess the first picture is the new house while the second one is the old house he3... I forgot to congratulate on having a new house to her directly, but anyway I hope she will read this writing....

Senin, 31 Maret 2008

1st april 2008

( sebagai catatan tulisan ini kuterbitkan detik2 menjelang kedatangan Bosku) ceritanya aku terima email dibawah ini dan telah kubalas. semua ini ku kembalikan kepada Allah Swt. jika masih ada rejeki di PT. HRP akan aku jalani, meskipun aku sudahpun menghadiri beberapa interview sebelum email tsb. dikirimkan. sebelum dan sesudahnya aku menghadiri interview2 tsb. sudah kupanjatkan doa kepada Allah dimana saja kau berikan rejeki padaku akan aku terima, walaupun dari satu interview yang gagal ku berdoa lagi mungkin ada yang lebih baik dari perusahaan tsb. setelah ini yang akan allah berikan padaku, aku tidak akan pernah menyerah dan putus asa.
aku merasa email yang dikirimkan kepadaku adalah titik terang dari perkataan seorang rekan kerja, bahwa kemungkinan aku atau rekanku yang satu lagi akan tidak diperpanjang kontrak kerjanya. aku merasa lebih kuat akulah yang akan dikeluarkan dari perusahaan ini berhubung rekanku yang satunya itu punya backing kuat dari bosnya. tapi sudah kusiapkan mentalku jika itu benar terjadi, bukankah sudah kukatakan pada Pak Jon bahwa aku akan membiarkan dia tetap bekerja disini karena hanya perusahaan ini sajalah yang membebaskan dia untuk main internet dan game berjam2 didepan komputer pada jam kerja. aku yakin aku masih bisa bekerja ditempat lain, sedangkan perusahaan besar pasti memakai seleksi ketat thd dia jadi gak segampang dia bekerja disini tanpa proses seleksi, interview, tanpa bawa lamaran bisa bekerja disini. so, let her be happy here and I will be happy too at a new place.
akan kutulis lagi jika pak barry sudah menemuiku hari ini....
From: Irwin [mailto:irwiniqbal@hrpasia.com.sg] Sent: Monday, March 31, 2008 12:10 PMTo: 'AYU'Subject: RE: Increment

Hi Ayu

Sure. Just give a call or email me if you need help.

Once again, I hope you can put in your best effort forward for all jobs given to you…J

HRP Asia Pte Ltd
T: +65 67737551
F: +65 67737537
M: +65 97697636
E: irwiniqbal@hrpasia.com.sg
From: AYU [mailto:ayu@hrpasia.com.sg] Sent: Monday, March 31, 2008 1:02 PMTo: 'Irwin'Subject: RE: Increment

Hi Mr. Irwin,

Firstly I would like to thank you for your proposal, it is really beyond my expectation ( I am so speechless diluar perkiraan saya). Why I said it is beyond my expectation? I saw my own performance from last yr ( so many MC leave) that I believe and feel I couldn’t perform well than I used to perform. Other than that there have other reason that made me insecure to make a quick decision regarding my plan career, like some colleagues, at first I can tolerate but from time to time I don’t think I can keep it longer. Actually I never want to create any troubles during working hours but if people touch someone else ‘s matter/ business at working hours I believe that no one can accept. I learnt it that I shouldn’t stay for long because I worry that I will make company a difficult if I keep on staying on this condition and wont make company a loss if I cant perform well. I think I will ask an apology when I found “a right time at new opportunity” for my last misbehaviour that made you have to hold an urgent meeting out of your tight schedule. I will take your proposal as a chance of being reborn and to mend the shortages here and there as well as to continue to do my best in future even the outcome are far from that. I appreciate whatever management outcome for me. I believe this company have made a fair judgement to everyone here.

Once again Pak Irwin, thank you.

Best Regard,
ayu

From: Irwin [mailto:irwiniqbal@hrpasia.com.sg] Sent: Monday, March 31, 2008 11:11 AMTo: 'AYU'Subject: Increment

Hi Ayu

I’ve proposed to the management to increase your salary by IDR400,000 beginning January 2008. That is, PT will backpay your salary from January 2008. Barry will inform you the outcome tomorrow.

I hope you’ll continue to do your best.

Best regards
Irwin
HRP Asia Pte Ltd
T: +65 67737551
F: +65 67737537
M: +65 97697636
E: irwiniqbal@hrpasia.com.sg

Kamis, 27 Maret 2008

Biiiiiiiingung dehh

Aduh….bunda adiybah lagi super bingung nih…Gimana gak bingung mbahnya adiybah mau nolongin keramik kamar mandi, bukannya bunda gak merasa senang mau dibantu kamar mandinya supaya cantik tapi gini lho… biarpun keadaan keuangan keluarganya adiybah lagi gimana gitu tapi bunda gak mengeluh ke orang tuapun baik ke mertua maupun ibu kandung bunda. Yah…walaupun mungkin nantinya dapur dan kamar mandinya adiybah akan memakan setahun ataupun dua tahunan baru bisa cantik tapi bunda bersyukur usaha sendiri. Dalam keadaan seperti ini bunda maupun ayah masih belum bisa membantu mbah ataupun neneknya adiybah, ketika mereka mengulurkan pertolongan rasanya kok gak bisa dan gak tega gitu mau menerima uluran tsb. Dari hati yang paling dalam, merasa bersalah belum bisa membantu mereka kok sampai menerima bantuan dari org tua yang selayaknya dibantu. Mau menolak uluran juga rasanya serba salah kok takut menyakiti perasaan mereka yang sebenarnya bermaksud baik kepada keluarga adiybah….mau menerima juga tangan ini gak bisa maju….

Selasa, 25 Maret 2008

Bunda lala nih...

From: wilia@seputar-indonesia.com [mailto:wilia@seputar-indonesia.com]
Sent: Thursday, March 06, 2008 2:57 PM
To: AYU
Subject: RE: FW: lala
>
dear ayu,,
anak mu umurnya berapa? manis seperti bundanya..
kalo lala, itu panggilan untuk Aulia Rahmatillah Ananta udah 2 tahun bulan ini lahir 23 feb 2006, lala kalo sudah denger musik langsung goyang deh... lucu, cerewet lagi..
Yu,, kerjamu masih ditempat lama ya?? tanjung uncang.. apa namanya..
jadi inget cerita kerjaan mu?
salam buat mas mu..siapa namanya lali aku..

adiosss

Thanks ana...dont forget your next email pls give her biodata... your
> daughter is so cute, white like her mom.
>
> Salam ya buat abangmu siapa namanya sori udah lama memoriku pun udah
> berkarat...masih ingat aku dulu paling hapal nomor kontak siapa gitu
> tapi skrg naruh barang beberapa menit aja pake nanya dimana ya kutaruh tadi....
>
> Entar dibabak berikutnya aku bercerita he3.
>
> Dah
> Ass.
> Bunda Adiybah
>
> -----Original Message-----
> From: wilia@seputar-indonesia.com [mailto:wilia@seputar-indonesia.com]
> Sent: Tuesday, March 04, 2008 4:17 PM
> To: AYU
> Subject: Re: FW: lala
>
>> ass.
> yu... seneng bisa kontak lagi...
> kbarnya gimana yu... kirim photo dong?
> eh cerita ya ke aku.. keadaanmu??
> kangen lho sama batam... sama ayu.. keluargamu gimana yu??
> dah punya baby kan?
> entar kusalam ya sama abangku.. ternyata biar lost kontak lama
> nyambung lagi.. seneng deh?
>
> adios..
>
> btw. phohto aulia boleh dipake di blognya.. lalanya ga keberatan.
> Takut gak nyampe he3
>> From: AYU [mailto:ayu@hrpasia.com.sg]
>> Sent: Tuesday, March 04, 2008 2:43 PM
>> To: 'wilia@seputar-indonesia.com'
>> Subject: FW: lala

>> Halo Bunda Ana.
>> Ass.wr.wb

>> Apa kabarnya nih? Sehat2 wal'afiat aja khan beserta keluarga tercinta
>> khan?
>> Ana..sori ya kita baru bisa bersua via email itupun dari tia ayu
>> dapatkan foto dan email addressmu he3..mo lihat putrimu mejenk di
>> weblogku, visitlah http://www.blogger.com/www.adiybahningrum.blogspot.com
>> <http://www.adiybahningrum.blogspot.com/>
>> gak marah khan. O ya kenalin donk putrimu lebih lengkap entar
>> kupublikasikan lagi di weblogku itupun kalau ana gak ijinkan akan gue
>> hapus he3..lihat aja dulu ya..nanti kita sambung lagi cerita

>> ayu

Senin, 24 Maret 2008

Figure 6...why?

Entah kenapa lagi asyik ngobrol ama temanku di daiho via telp. kami asyik ceritakan soal anak, ku cerita aku setelah menikah sempat kosong 6 bulan baru hamil terus anakku lahir th. 2006 setelah pembicaraan usai aku mulai terfikir kok selama ini aku gak mikirin angka 6 ada moment yang menarik. misalkan setelah 6 bulan bekerja di PT. HRP aku dan mas yudi memutuskan menikah setelah dua tahun lamanya kami saling mengenal, 6 bulan menikah baru hamil, adiybah lahir th 2006, kontrak abis bulan 6 th 2007 dan diperpanjang kembali kemudian bulan 6 tahun ini kontrakku akan berakhir. dibenakku sudah penuh dengan rencana apa yang akan kulakukan jika kontrakku tdk diperpanjang... aku masih ingat lagi setahun yang lalu mungkin sebulan atau dua bulan kontrakku berakhir( latar belakang mengapa aku memberanikan diri menanyakan statusku), kondisiku saat itu sangat memprihatinku yaitu aku keluar dari rumah ibuku bukanlah waktu yang pas sesuai rencana tapi konflik membuat aku, suami dan anakku harus keluar dari rumah yang sudah kutempati dari sejak aku SMEA sampai wafat alm. bapak, hamil dan melahirkan. karena keluar dari rumah tsb. tanpa ada pegangan ataupun jaminan bahwa kami telah memiliki rumah sendiri, maka kami mengungsi sebulanan terus memutuskan mencari rumah, setelah diurus ini dan itu maka kami bisa menempati rumah pertama kami, mendekati saat akad kredit membuatku harus berfikir keras memutuskan cara pembayaran cash bertahap dengan developer ataupun kredit melalui bank, mau gak mau keadaan ini memaksaku untuk beranikan diri bertanya kepada atasanku apakah ada keputusan aku masih diperkerjakan kembali karena jika sudah ada keputusan tidak lagi diperpanjang maka aku bermaksud memasukkan beberapa lamaran sehingga ketika masa perjanjian kerja berakhir aku sudahpun mendapatkan perusahaan baru. kuceritakan pada salah seorang rekan kerja yang kufikir dia bisa dipercaya dan supaya aku mendapatkan masukan darinya, tapi wallahu a'lam dia ternyata ular berkepala dua; hal yang kuceritakan padanya menjadi bahan sindiran dari rekan yang lain yang terkenal Ms. I dont know... sindirannya mengumpamakan aku mengemis2 keatasan supaya bisa diperpanjang kembali...padahal aku cuma bertanya kepada atasanku dan seperti yang sudah kubilang jika tidak diperpanjang maka aku akan mencari pekerjaan baru karena kondisi yang belum stabil apalagi baru punya bayi. padahal aku cuma bertanyakan hakku bukan mengurusin hal orang lain ataupun aku tidaklah menghasut supaya agreement org lain diputusin,dsb. tapi hal tsb. dijadikan bahan sindiran, dari hari kehari aku menjadi bahan sindiran apa saja dari rekan kerja yang tidak berhati perut yang belum memiliki tanggungan keluarga karena mereka masih lajang. mereka tidak mengalami hal2 yang pedih seperti yang aku alami, tapi apa hak mereka menghakimiku seperti itu padahal jika saja mereka orang yang sangat dewasa dan pengertian maka mereka akan sangat membantuku mengurangi tekanan perasaan dan penderitaanku. sampai saat ini setahun kemudian pun mereka masih saja seperti itu padahal mereka entah sadar apa gak sadar bahwa agama manapun tidak mengajarkan untuk menggosipin orang seenaknya. tapi seperti orang yang tidak beragama dari hari kehari mereka masih mengasah kebiasaan bergosip ria, terkadang aku istighfar sendirian mendengar mereka menggosip siapa saja yang mereka anggap lucu padahal mereka gak koreksi diri mereka sendiri. masya allah... mereka entah sadar apa tidak telah menyinggung perasaan orang lain yang sedang menanggung masalah pribadinya.
aku bersyukur padaMu atas nikmat yang telah diriMu anugrahkan padaku walaupun sekecil apapun itu, termasuk dibulan Maret ini kebiasaan sakitku agak berkurang malah sekalipun dalam bulan ini aku belum ambil cuti sakit. kecapekanku agak berkurang meskipun masih fikiran/stress, tapi dibandingkan beberapa bulan yang lalu betapa lelahnya fisik ini ditambah hal2 yang harus kufikirkan, belum lagi ditambah sindiran kasar dari rekan kerja yang seakan - akan mereka sengaja berkomentar ini dan itu. Mereka juga sering mempermasalahkan aku yang dalam sebulan bisa dua hari atau tiga hari mengambil cuti sakit, padahal mereka tidak menganalisa lebih dalam kenapa aku bisa sakit2an eh malah suka menduga2 yang jelek dan bukannya malah mengurangi beban teman malah senang menambah penderitaan orang lain. Mereka gak tau aku malah menikmati sedikit kebebasan yang kurasakan, dapurku mulai sedikit demi sedikit tertata walau gak bagus2 amat sih tapi bila aku pulang kerja capek2 gak pusing sih lihat dapur berantakan, gimana dapur gak berantakan dulunya, udah gak punya pembantu, anak merengek mendingan pegang dia daripada dia terluka karena ini dan itu ya sudahlah biar untuk sementara pekerjaan rumah menumpuk, akibatnya hari sabtu dan minggu ketika libur hari kerja pun walau keinginan kuat untuk memegang pekerjaan ini dan itu eh...anak juga bertingkah dan merengek terpaksa kutinggalkan dulu pekerjaan yang sudah kupegang tadi, kemudian udah capek menjaga anak mau melanjutkan pekerjaan tadi eh udah gak sanggup lagi, terkadang menjelang esoknya hari senin badan udah mulai deh meriang ditambah lagi radang tenggorokan plus sakit kepala belum lagi lihat pakaian menumpuk udah deh.....